Wapres RI: Insinyur Indonesia Jangan Takut Bersaing

Wapres Jusuf Kalla membuka Kongres ke-XXI Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Dialog Nasional, di Hotel Grand Inna Padang, Kamis (6/12).

PADANG, SAHKATO–Wakil Presiden (Wapres) RI  Jusuf Kalla mengingatkan, para insinyur Indonesia tidak perlu takut menghadapi insinyur dari luar negeri. Karena tenaga insinyur Indonesia jauh lebih pintar. Buktinya insinyur Indonesia  saat ini cukup banyak yang dipakai di luar negeri.

“Kita harus bisa menjadi insinyur professional. Jangan setiap pembangunan kita masih mengharapkan tenaga insinyur dari luar negeri. Seperti pembangunan bandara, sejak masih zaman Soekarno, kita masih pakai tenaga asing. Sudah 60 tahun kita harus bangkit, jangan sedikit-dikit mengunakan tenaga insinyur asing,” ungkap Jusuf Kalla (JK) saat membuka Kongres ke-XXI Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Dialog Nasional, di Hotel Grand Inna Padang, Kamis (6/12).

JK menegaskan, mulai sekarang manfaatkan tenaga insinyur nasional dan tidak adalagi pembangunan bandara memakai tenaga insinyur asing. JK juga prihatin terhadap banyaknya tenaga insinyur dan tenaga ahli Indonesia bekerja di negara tetangga. Dampaknya, tenaga insiyur dalam negeri justru jadi berkurang. “Kita menyadari juga, soal pendapatan dan gaji tenaga insiyur di Indonesia masih relatif murah. Sementara, di luar negeri pendapatan dan gaji lebih besar. Tentu ini perlu menjadi perhatian negeri ini,”  katanya.

Ketua Umum PII (The Instituion of Engineers Indonesia) Dr. Ir. Hermanto Dardak, M.Sc, IPU, mengatakan, Kongres PII ini sudah berjalan selama 21 tahun dan dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Pesertanya, terdiri dari perwakilan 23 provinsi dan 150 cabang dari kabupaten kota se-Indonesia.

Hermanto Dardak juga menyampaikan, pihaknya terus berupaya membangun sumber daya manusia di bidang keinsinyuran yang mampu memberi nilai tambah. “Diharapkan, Insinyur Indonesia berdaya saing tinggi bisa lebih kompetitif dibanding negara lain,” harapnya.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengapresiasi dilaksanakannya Kongres PII ini di Padang. Ini bisa menjadi nilai tambah bagi SDM Sumbar, karena pada saat ini di Sumbar masih banyak kekurangan tenaga insinyur. Ada sekitar 50 tenaga insinyur yang kurang di instansi Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Sumbar dan Pengelolahan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar.

Kekurangan tenaga insinyur ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah pusat, agar dalam penerimaan pegawai menambah kuota bagi tenaga insiyur di Sumbar.(rel/sar)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.