STIA Adabiah Buka Penerimaan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis

STIA Adabiah Padang, yang berada di bawah naungan Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) mewisuda 103 mahasiswa dan mahasiswi tamatannya, di Kyriad Hotel Padang.

PADANG, SAHKATO — Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Adabiah Padang, yang berada di bawah naungan Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) mewisuda 103 mahasiswa dan mahasiswi tamatannya, Sabtu (14/4) di Kyriad Hotel Padang.

Wisuda Angkatan XXVIII itu, dihadiri Ketua Kopertis Wilayah X, Sumbar, Riau, Jambi, dan Kepri, Prof. Herri, SE, MBA, Ketua YSO, Ali Asmar, Rektor UNP Padang, Prof Ganefri, Ph.D, Anggota Pembina YSO, Mayjen TNI (Purn.) Syamsu Djalal, S.H, M.H, Pamong Senior, Rusdi Lubis, Alumni STIA Adabiah serta Civitas Akademika STIA Adabiah dan orang tua serta siswa Adabiah.

Ketua STIA Adabiah Padang, DR H Rafles, M.Si mengatakan,  dengan wisudanya 103 Sarjana Ilmu Administrasi Negara yang baru, maka sejak berdiri 1984 silam, STIA Adabiah telah menghasilkan 1.251 Sarjana Ilmu Administrasi Negara. Diungkapkannya, hampir semua lulusan tersebut terserap di dunia kerja. Termasuk sebagian besar yang telah diwisuda hari ini.

Rafles berharap, STIA Adabiah padang dapat menjadi perguruan tinggi unggul. Tentunya membutuhkan kerja keras dan kerjasama yang baik antara civitas akademika dan stakeholder lainnya. Saat ini menurutnya, STIA Adabiah Padang sedang merencanakan beberapa perbaikan. Dalam bidang kelembagaan, STIA Adabiah Padang sudah melakukan banyak pembenahan di tata kelola perguruan tinggi, agar lebih efektif dan efisien.

Antara lain, dengan menggunakan struktur organisasi sesuai kebutuhan, menempatkan tenaga kependidikan yang sesuai nkeahlian, melakukan akreditasi tepat waktu dan kegiatan lain, penunjang tata kelola. “STIA Adabiah Padang akan mengajukan akreditasi institusi. Kita berharap akreditasi STIA Adabiah meningkat lebih baik dari yang diperoleh sebelumnya,” harapnya.

Di bidang akademik, STIA Adabiah Padang, tambahnya lagi, terus meningkatkan kualitas dosen serta perbaikan kurikulum dan proses belajar mengajar. “Saat ini kami memogramkan tiga dosen untuk studi lanjut S3. Disamping itu, kami juga telah memiliki enam dosen yang sudah memiliki sertifikasi dosen. Dosen lainnya, kami targetkan dalam 2-3 tahun ke depan semuanya sudah tersertifikasi,” harapnya.

Di bidang tekhnologi, STIA Adabiah Padang, sejak 2016 sudah memiliki sistem online yang disebut Sistem Informasi Akademik (SIDAK). SIDAK sampai saat ini terus berkembang  sesuai dengan kebutuhan kampus, dengan terintegrasinya sub-sistem yang sudah dipakai oleh civitas akademika, dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yaitu, sistem penerimaan mahasiswa baru, sistem perpustakaan online, sistem informasi akuntansi dan keuangan perguruan tinggi, e-Journal dan e-mail kampus.

Dalam bidang sarana dan prasarana, STIA Adabiah Padang sudah mulai membangun Waket I, II, III dan ruang Kepala Prodi, SPMI yang representatif dan pembenahan ruang belajar kuliah dengan menambah fasilitas AC serta LCD, untuk kegiatan perkuliahan.

Sementara, Ketua YSO, DR Ali Asmar mengatakan, banyak hal yg dilakukan STIA Adabiah Padang akhir-akhir ini. Perkembangan STIA Adabiah Padang saat ini tidak terlepas dari dukungan Kopertis Wilayah X. Perkembangan yang cukup pesat dibuktikan dengan penambahan jurusan baru. Jika dulunya, STIA Adabiah Padang hanya memiliki jurusan Administrasi Negara, sekarang sudah ada jurusan Administrasi Bisnis. “Tahun ini, sudah dilaksanakan penerimaan mahasiswa baru jurusan baru ini,” terang Ali Asmar.

Perkembangan lainnya, menyiapkan staf pengajar yang berkualitas dan sarana prasarana. Tahun ini STIA Adabiah akan menempati kampus baru dengan bangunan tiga tingkat. “Gedung baru ini bakal menjadi tempat untuk ruang belajar dan perkuliahan. Selain itu, juga ada ruang serbaguna. Dengan hadirnya gedung baru ini, maka aktivitas perkuliahan mahasiswa STIA Adabiah Padang akan lepas dari tempat SMA dan  SMP Adabiah Padang,” terangnya.

YSO Adabiah telah berdiri sejak zaman Belanda. Sekarang memasuki berusia 103 tahun. Sampai sekarang, menurut Ali Asmar, banyak tamatan Adabiah yang telah suskes bekerja di instansi pemerintah dan dunia usaha.

Dengan pembinaan yang dilakukan Kopertis Wilayah X, STIA Adabiah Padang mampu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ke depan, menurutnya, STIA Adabiah Padang menjalin kerjasama dengan penandatangan MoU dengan UNP. MoU dengan UNP terkait pembinaan mahasiswa untuk calon guru. Mulai dari guru TK, SD, SMP dan SMA. “MoU juga terkait bagaimana penerimaan mahasiswa jalur pertama, bagi yang tidak tertampung di UNP, dapat disalurkan ke STIA Adabiah Padang,” terangnya.

Anggota Pembina YSO, Mayjen TNI (Purn.) Syamsu Djalal, S.H, M.H mengatakan, Adabiah ada di mana mana dan selalu eksis. Syamsu Djalal mengimbau wisudawan dan wisudawati, agar tidak hanya sebatas meraih sarjana S1 saja, tetapi juga melanjutkan ke jenjang S3. Sarjana STIA Adabiah Padang bisa berkiprah tidak hanya di pemerintah saja tapi juga swasta. “Manfaatkan ilmu yang telah diperoleh tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain,” harapnya.

Ketua Kopertis Wilayah X, Prof. Herri, SE, MBA mengatakan, STIA Adabiah Padang memiliki SDM yang luar biasa. Ini sebuah modal untuk menjadikan terkenal tidak hanya di Sumbar tapi Indonesia. “Hal ini dapat terwujud jika semuanya saling komunikasi dan mengingatkan,” terangnya.

STIA Adabiah Padang telah meraih Akreditasi B. Akreditasi yang diraih ini artinya baik. Herri mengucapkan terimakasih kepada STIA Adabiah Padang yang telah membantu pemerintah melalui Kemenristek Dikti menyediakan tempat kuliah bagi anak muda Indonesia. (hry)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.