Sanggar Satampang Baniah Tampil Memukau

Penampilan Sanggar Satampang Baniah (STB) yang yang dipimpin oleh Sulastri Andras, saat tampil pembuka di Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJT3), Minggu (3/2).

PADANG, SAHKATO–Ratusan warga dari berbagai elemen memadati Ladang Tari Nan Jombang, yang berlokasi di belakang Perumahan Polda, Balai Baru, Kota Padang.

Tepuk tangan dan decak kagum penonton bergemuruh ketika melihat penampilan Sanggar Satampang Baniah  (STB) yang yang dipimpin oleh Sulastri Andras, saat tampil pembuka di Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJT3), Minggu (3/2).

Selain itu, penampilan dari pertunjukan Indang Tagak yang merupakan kesenian tradisi dari Jorong Sampu, Kanagarian Lubuak Gadang Utara, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan membius penonton hingga pertunjukan usai.

Ery Mefri selaku Pimpinan Tari Nan Jombang sangat bersyukur, Ladang Tari Nan Jombang selalu bisa memberikan sumbangsih pemikiran dan berkesenian Minangkabau, agar dapat dikenal luas oleh masyarakat dunia. Bagi Ery, perkembangan dunia seni Minangkabau harus dibantu dan dibina oleh pemerintah, agar sanggar tari dan kesenian yang ada di Provinsi Sumatera Barat berkualitas. Sehingga bisa menampilkan karya-karya terbaik, yang dapat dinikmati masyarakat di berbagai belahan dunia.

“Pemerintah harus melakukan pembinaan terhadap kelompok sanggar tari yang ada di Sumatera Barat. Jangan rusak kami, dengan sanggar tari ciptaan pemerintah. Kami hanya butuh sokongan dan dukungan pemerintah agar penampilan kami bisa dinikmati oleh masyarakat luas,” ucapnya.

Sulastri Andras, selaku pimpinan Sanggar Satampang Baniah sangat puas akan penampilan anak asuhnya di Ladang Tari Nan Jombang. Menurutnya tampil di Ladang Tari Nan Jombang adalah suatu kebanggaan tersendiri, dan bisa membangun kepercayaan diri para pemain agar bisa tampil lebih maksimal lagi ketika ada pertujukan yang lebih besar.

“Kami berusaha untuk tampil konsisten di berbagai tempat. Selain itu, dalam penampilan ini  Sanggar Satampang Baniah membawa penari-penari baru yang belum banyak tampil diberbagai event. Dengan tampil di Ladang Tari Nan Jombang ini diharapkan menumbuh kembangkan kepercayaan para penari, serta menciptakan kemisri antara para penari senior dan penari junior akan tampil kompak,” ucapnya.

Dalam penampilannya, Sanggar Satampang Baniah  membawakan tarian tradisi yang dikolaborasi dengan masa kekinian agar dapat menarik perhatian para penonton di era kekininan agar turut melestarikan tradisi Minangkabau.

“Kami menyajikan empat tarian, yang diarasemen dengan gaya music kekinian sehingga menciptakan karya tari yang unik, menarik dan enak di tonton,” tukasnya.

Selain itu, kesenian Indang Tagak yang dimainkan oleh grup Minang Saiyo dan diusung oleh Komunitas Takasiboe yang merupakan fasilitator kesenian tradisi di Kabupaten Solok Selatan sanggup membius penonton yang hadir di Ladang Tari Nan Jombang.

Bambang Ismanto selaku pempinan Komunitas Takasiboe menjelaskan, Indang Tagak merupakan kesenian tradisi yang berasal dari Solok Selatan yang dibawa oleh ulama dari Aceh, ketika itu mengembangkan Islam di Minangkabau.

“Kami mengusung kesenian ini, karena ini merupakan salah satu kesenian tradisi dari Solok Selatan, yang dibawa oleh ulama dari Aceh. Sedangkan di Sampu sendiri kesenian ini dikembangkan oleh Syech Arif Sampu. Grup yang kami usungpun merupakan grup yang sudah lama mamainkan kesenian ini, tepatnya pada tahun 1972,” ungkapnya.

Hadirnya FNJT3 ini dilatarbelakangi masih minimnya panggung untuk berekspresi bagi seniman tradisi di Provinsi Sumbar. Selain itu, karena semakin berhasratnya beberapa rezim pemerintahan di Sumbar untuk mengebiri hak-hak para seniman dan sanggar yang dimilikinya.

Tahun 2019 ini, di tahun ke-7 FNJT3, menghadirkan dua pertunjukan dalam setiap perhelatannya. Festival yang dilaksanakan, masih didampingi oleh Bakti Budaya Djarum Foundation sebagai pendukung dan juga Taman Budaya Provinsi Sumbar.

Tidak hanya akan menampilkan pertunjukan kesenian tradisi dari setiap daerah di Sumbar, FNJT3 juga akan menghadirkan pertunjukan dari sanggar/grup/komunitas, yang tergabung dalam Asosiasi Sanggar Seni Pertunjukan Sumbar pada setiap perhelatannya.(sar)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.