Polda Sumbar Buka Pendaftaran dan Seleksi SIP dan SIPSS

Syarat Pendaftaran SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana)

PADANG, SAHKATO – Polda Sumbar membuka pendaftaran seleksi SIP (Sekolah Inspektur Polisi) dan SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana) yang dilaksanakan serentak di seluruh Polda di Indonesia. Bagi yang lulus, setelah tamat dari pendidikan akan langsung berpangkat perwira polisi.

Kabid Dokkes Polda Sumbar, Kombes Pol dr. Danang Pamudji mengatakan, untuk kuota SIP sekitar 30 orang. Sedangkan untuk SIPSS ini berasal dari tamatan sarjana dari umum yang juga untuk perwira polisi. Kuota sesuai dengam jenis-jenis bidang salah satunya kedokteran, psikologi, dan teknik. Para peserta akan melewati rangkaian tes, salah satunya tes kesehatan.

“SIP itu untuk personel polisi bintara yang ingin melanjutkan sekolah ke perwira. Sedangkan SIPSS diselenggarakan oleh Polri yang diperuntukkan bagi lulusan sarjana dari Perguruan Tinggi Negeri atau pun Perguruan Tinggi Swasta,” kata dr. Danang, kemarin.

Danang menjelaskan lulusan SIP dan SIPSS akan mendapat pangkat sebagai Inspektur Polisi Dua (Ipda) yang memiliki kualifikasi sebagai berikut supervisor dalam pelaksanaan tugas umum kepolisian, perencana dan pengelola sumber daya yang berada dibawah tanggung jawabnya.

“Selain itu juga bertugas sebagai analisis masalah-masalah harkamtibmas dan penegakan hukum tingkat Iokal. Mereka yang lolos ini calon-calon pemimpin di masa depan,” ungkap Kombes Pol dr. Danang Pamudji.

Masih kata Danang, dibukan tes SIP dan SIPSS untuk menghasilkan Inspektur Polisi yang memiliki sikap, perilaku, pengetahuan dan keterampilan sebagai penyelia terdepan yang bermoral, profesional dan modern. Dalam rangka melaksanakan tugas umum kepolisian selaku pemelihara kamtibmas, penegak hukum pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Seleksi ini transparan dan akuntabel yang tujuannya tentu untuk menghasilkan SDM yang baik. Dalam hal ini, Biddokkes juga dilibatkan dalam pelaksanaan seleksi dalam bidang kesehatan,” urainya.

Danang menuturkan kepada peserta harus memiliki persiapan khusus, seperti latihan yang rutin, menjaga hidup sehat, tidak narkoba, tidak merokok dan akademiknya juga harus pintar. Jika semua persyaratan itu terpenuhi, maka akan berpeluang lolos dalam seleksi.
“Polri tidak ingin memperoleh anggota baru atau perwira titipan yang tidak siap berkompetisi dalam pengembangan karir karena pada prisipnya seluruh anggota polri memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan karir melalui kompetisi yang sehat dan objektif,” kata Danang.

Danang mengakhiri, bagi peserta seleksi yang berupaya meminta talent scouting supaya lulus, akan diberikan sanksi diskualifikasi. Sehingga tidak ada lagi peserta seleksi yang melakukan upaya jalan pintas dan tidak sesuasi prosedur.

“Kita melakukan seleksi dengan asas transparan, akuntabel, humanis dan obyektif. Kita memastikan dalam seleksi tidak ada dipungut biaya karena seluruh seleksi ditanggung negara. Jangan coba-coba menempuh jalur pintas dengan menyogok, pasti kita diskualifikasi. Tidak ada yang bisa meluluskan selain diri anda sendiri,” pungkasnya. (rel/sar)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.