Penguatan Ketahanan Keluarga dapat Mencegah LGBT

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno memberikan pemaparan saat kegiatan lembaga layanan perlindungan perempuan dan anak menanggulangi LGBT di Sumbar, Kamis (29/11) di Padang. (Photo: IST)

PADANG, SAHKATO–Peranan keluarga sangat penting dalam pencegahan perilaku menyimpang bagi generasi muda. Salah satunya, perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT).

“Agar generasi muda ini tidak terpengaruh perilaku menyimpang LGBT, keluarga mesti memperkuat ketahanan keluarga. Yakni, bagaiamana orang tua bertanggung jawab sejak dini kepada anak-anaknya,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, saat membuka kegiatan lembaga layanan perlindungan perempuan dan anak dalam upaya menanggulangi LGBT di Sumbar, Kamis (29/11), Padang.

Tidak hanya memperkuat ketahanan keluarga saja. Namun, menurut Irwan faktor lingkungan juga mesti dijaga. Lingkungan itu baik di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Untuk sekolah, peranan kepala sekolah dan guru memberikan pemamahaman tentang bahaya LGBT ini.

Begitupun, dilingkungan masyarakat. Tokoh masyarakat mesti terlibat mengawasi pergaulan generasi muda agar tidak terjerumus kepada perilaku menyimpang ini.

“Dalam hal ini perlunya diperkuat dengan perda. Yakni, perda ketahanan keluarga. Itu telah mencakupi seluruhnya. Bagaimana ayah dan ibu dalam pembinana keluarganya sehingga ini dapat mencegah perilaku menyimpang dikeluarga. Kita akan percepat perda itu segera, dalam waktu dekat ini,” katanya.

Dikatakan Irwan, perda ketahanan keluarga ini lebih kuat untuk masuk ke ranah tersebut. Dibandingkan dengan memasukannya ke perda maksiat yang lahir sejak tahun 2001.

Sambungnya, untuk pencegahan dan penanganan perilaku menyimpang LGBT di Sumbar yang ingin berubah, Pemprov Sumbar bersedia memberikan bantuan yakni, tenaga profesional seperti dokter ataupun psikiater. “Kita akan bantu mereka jika ingin berubah dan keluar dari perilaku menyimpang ini. Kita ada tenaga profesional, seperti dokter dan psikiater,” ujarnya.

Lanjut Irwan, Pemprov Sumbar tidak anti terhadap pelaku namun perbuatan tersebut tentu menyalahi norma adat dan agama yang berlaku di Sumbar, dan perilaku tersebut yang tidak bisa ditolerir. (sar)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.