Langit Mendung Sambut Jenazah Pramugari Lion Air JT 610 Shintia Melina

 

Jenazah Shintia Melina tiba di rumah duka di Komplek Villaku Indah 4 Blok A6, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nangalo, Padang.

 

PADANG, SAHKATO–Langit mendung menyambut kedatangan jenazah Shintia Melina (25) yang merupakan  salah seorang  pramugari pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di laut Kerawang Jawa Barat beberapa waktu lalu, Jumat (9/11). Jenazah Shintia Melina tiba di rumah duka di Komplek Villaku Indah 4 Blok A6, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nangalo, Padang.

Isak tangis para pelayat pecah saat rombongan penjemput serta ambulan yang membawa jenazah Shintia Melia memasuki pekarangan rumah pasangan Melwani dan Edmidalti. Tak lupa, rekan-rekan seprofesi di Lion Air, serta management dari Lion Air hadir di rumah duka.

Peti jenazah yang berwarna coklat tua yang bertuliskan nama Shintia Melina diturunkan dari mobil ambulance untuk dibawa ke rumah duka. Melwani ayah Shintia, tak dapat membendung air matanya.

Isak tangis keluarga warnai kedatangan Jenazah Shintia Melina

 

Walau tampak tegar, luapan emosi kesedihannya tak terbendung lagi. Bulir-bulir air mata membasahi wajahnya, melihat peti jenazah anak pertama dari empat bersaudara berada tepat dimukanya. Tangannya hanya bisa membelai-belai peti jenazah yang bertulisan nama anaknya terletak di depannya.

Ratusan pelayat saling berdesakan untuk melihat peti jenazah korban untuk terakhir kali sebelum dishalatkan di Mesjid Baitulrahim yang tak jauh dari rumah dan dikebumikan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Tunggul Hitam, Padang.

Eko Pujianto, selaku Airport Manager Lion Air Grop Padang dalam sambutan sebelum jenazah dishalatkan mengucapkan turut berduka atas meninggalnya Shintia Melina dalam dinas sebagai pramugari Lion Air JT-610 yang jatuh di laut Kerawang, Jawa Barat. Menurut Eko duka yang dialami keluarga, juga merupakan duka dari Lion Air Group.“Kami dari perwakilan Lion Air, beserta rekan-rekan seprofesi korban yang datang langsung dari Jakarta turut berduka cita atas wafatnya beliau dalam menjalankan tugas. Mari kita panjatkan doa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keiklasan dalam menghadapi semua ini,” ucapnya.

Marlan, selaku  Ketua Kongsi Kematian di komplek kediaman orang tua korban. Marlan menjelaskan bahwa jenazah Shintia Melina akan dishalatkan di Mesjid Baitulrahim sebelum dikebumikan di TPU Tunggul Hitam, Padang.“Jenazah akan di shalatkan di mesjid Baitulrahim yang tak jauh dari rumah, sebelum dikebumikan di TPU Tunggul Hitam,” ucapnya.

Sebelumnya, Kamis (8/11) tim DVI Polri pada pukul 20.30 WIB telah mengumumkan hasil identifikasi 20 jenazah setelah ada kecocokan hasil tes forensik dan antemortem, dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI POLRI. Dari 20 jenazah yang diumumkan tim DVI Polri tersebut, ada nama Shintia Melina yang merupakan pramugari pesawat Lion Air JT-610.

Jenazah Shintia Melina langsung diterbangkan (9/11) dari bandara Soekarno Hatta International Airport, Tangerang menuju Padang dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 250 dengan jadwal penerbangan pukul 13.35 dan tiba dirumah duka pada pukul 15.00.

Hingga Jumat pagi (9/11), jumlah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 registrasi PK LQP yang telah teridentifikasi sebanyak 71 orang. Dengan begitu, masih ada 118 orang yang belum teridentifikasi.(ktk)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.