Driver Go-Car Padang Offline, Tolak Insentif Baru

Driver Go-Car Padang Offline, Tolak Insentif Baru

PADANG, SAHKATO — Vina tampak gerah, sedari, Senin (26/3) pagi memesan Go-Car melalui aplikasi Go-Jek di Smartphonenya, tetapi sudah lewat setengah jam Go-Car yang di pesan belum ada direspon.

Dalam keseharian, Vina melakukan aktivitasnya dari rumahnya di Siteba, Padang, telah terbiasa memanfaatkan jasa transprotasi daring tersebut. Untuk berangkat ke kantornya di sebuah bank swasta di Jalan Sawahan, Padang, Vina biasanya mendapat tarif sebesar Rp.20.000. Tetapi, pagi ini tarif yang diterima Vina melonjak tajam menjadi Rp40.000.

Alhasil, Vina memanfaatkan pelayanan dari taksi daring Grab yang merupakan kompetitor dari aplikasi Go-jek.  “Sudah setengah jam saya menunggu mobil Go-Car, tetapi taksi daring yang saya pesan tidak ada respon. Selain itu, tarif yang dikenakan melunjak tinggi. Saya memutuskan untuk memesan taksi daring dari Grab saja,” ujarnya.

Seluruh komunitas atau organisasi driver online  di Kota Padang, yang tergabung dalam Komunitas Asosiasi Padang Online, mengadakan pertemuan mendadak, Minggu malam (26/3), di sebuah restoran di Jalan Khatib Sulaiman, Padang.

Dalam pertemuan itu, dibahas tentang penurunan incentive serta beban target dari jumlah penumpang yang dibebankan PT. Go-Jek Indonesia, terhadap mitra kerja di Kota Padang. Sebanyak 16 komunitas taksi daring hadir dalam membahas langkah yang harus di lakukan dalam menyikapi penurunan incentive ini.

Joko Prastiyo, selaku Ketua M-Top menyatakan, dalam pertemuan itu di dibuat kesepakatan, terhitung Senin, (26/3) akan melakukan offline (tidak menghidupkan aplikasi Go-Jek), sebagai bentuk penolakan diberlakukannya insentif terbaru yang dirasa memberatkan sopri Go-Car oleh PT.Go-Jek Indonesia di Area Padang.

“Awalnya PT. Go-Jek Indonesia memberlakukan insentif dengan skema 7, 9, dan 12 orderan dengan total insentif sebanyak Rp300 ribu, tetapi sejak Sabtu, (24/3), sejak  pukul 00.00 Wib berubah menjadi 8, 15, dengan total insentive sebanyak Rp200 ribu. Tentu ini sangat memberatkan para mitra Go Car yang merupakan bahagian dari aplikasi Go–Jek,” ucapnya.

Erizal, selaku Ketua Komunitas Taksi Daring di lingkungan RS.Yos Sudarso (Go-Yos) menyatakan, sejak Sabtu pihaknya telah melakukan pertemuan dengan 16 komunitas taksi daring yang beroperasi di Padang, untuk menindak lanjuti kebijakan yang dibuat PT. Go-Jek Indonesia terhadap mitra yang ada di Padang. “Dalam pertemuan tersebut, kami menyatakan dengan tegas untuk tidak beroperasi sampai kebijakaan tentang incentive terbaru ditarik oleh PT. Go-Jek Indonesia,” ujarnya.

Dipilihnya aksi offline oleh Asosiasi Padang Online, karena tidak menginginkan aksi demo seperti yang dilakukan komunitas taksi online di provinsi lain. Menurut Erizal, dalam melakukan aksi penolakan terhadap pemberlakuan insentif terbaru, tidak akan melakukan aksi turun ke kantor Go-Jek Indonesia yang beralamat di Jalan Iman Bonjol Padang.“Kami tidak melakukan aksi demontrasi seperti yang terjadi di provinsi lain, karena jika melakukan aksi akan menimbulkan kemacetan. Dan kami tidak akan melakukannya,” tegasnya.

Offline-nya mitra dari taksi daring Go–Car di Kota Padang, berdampak pada tingginya permintaan konsumen sehingga tarif Go-Car melonjak tajam.  “Peningkatan tarif dapat terlihat dari aplikasi sopir Go–Car,” ucap Joko.

Setelah melihat aplikasi dari sopir online, jika ada warna kuning di suatu daerah menandakan daerah tesebut “cukup ramai” akan permintaan Go-Car, warna orange menandakan derah tersebut “ramai”, sedangkan warna merah menandakan daerah tersebut “sangat ramai”, yang menandakan tingginya tingkat permintaan konsumen Go-Car. Sedangkan kanaikan tarif berkisar dari 1,6% hingga 4% dari harga normal. (ktk)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.